Bahaya Onani Bagi Kesehatan Tubuh Manusia Usia Remaja

Diakui atau tidak, sebagian besar dari pria pasti pernah melakukan masturbasi. Bedanya, ada yang melakukan masturbasi terlalu sering, namun ada juga yang lebih sering lagi. Banyak mitos yang beredar mengenai dampak akibat onani. Kabar yang beredar, onani dapat mengakibatkan kebutaan, gangguan jiwa, dan timbulnya jerawat. Yang lebih mengherankan lagi, onani dianggap dapat memicu tumbuhnya rambut pada telapak tangan.

onani1

 

Salah satu mitos yang beredar di masyarakat mengenai dampak onani adalah mengakitbatkan munculnya jerawat, kebutaan hingga terganggunya masalah kejiwaan. Biasanya onani dilakukan dengan cara menyentuh, menggosok, atau memijat penis. Pada pria, aktivitas ini diakhiri dengan keluarnya cairan dari kemaluan yang disebut dengan semen atau air mani sebagai cairan yang membawa sel-sel sperma. Hal yang sama juga dapat terjadi pada wanita tetapi frekuensinya sangat jarang jika dibandingkan dengan pria.

Bahaya Onani Bagi Kesehatan Tubuh Usia Remaja

Aktivitas onani ini dilakukan 95% pria dan 89% wanita didunia. Onani atau masturbasi merupakan aktivitas seksual berupa rangsangan diri sendiri atau dari orang lain dengan cara sentuhan, rabaan, hingga memijat organ intim. Tujuan aktivitas ini untuk mem berikan sensasi kesenangan seperti saat orgasme atau klimaks saat melakukan hubungan seksual. Masturbasi dapat menyebabkan:

  • Iritasi pada kulit,
  • Linu pada penis,
  • Penurunan batas orgasme,
  • Perdarahan pada penis yang menyebabkan penis berwarna ungu,
  • Penis bengkak,
  • Gangguan keperilakuan,
  • Gangguan kepribadian
  • Gangguan kehidupan seksual dengan pasangan.

Masturbasi tidak berdampak pada kemampuan seorang pria memproduksi sperma dikarenakan setiap 72 jam terdapat sperma baru yang matang. Namun diperlukan waktu untuk seorang laki-laki dapat ejakulasi disaat yang bersamaan. Masturbasi merupakan pilihan, jadi bijak-bijaklah dalam memilih. Sebelum menjadi sebuah kebutuhan (kecanduan). Pada dasarnya tidak terdapat batasan seberapa kali seseorang melakukan masturbasi, namun perlu diperhatikan perubahan kepribadian dan perilaku. Perubahan perilaku dan kepribadian ini dapat menyebabkan gangguan:

  • Komunikasi sosial,
  • Gangguan produktifitas,
  • Obsesi untuk terus melakukan masturbasi,
  • Meningkatnya kebutuhan rangsangan hingga memicu hubungan seksual.

Bila hal ini terjadi lakukan pemeriksaan ke psikolog atau psikiater guna dilakukan wawancara dan pemeriksaa lebih lanjut. Anjuran yang dapat dilakukan pada saat ini:

  • Menghindari paparan terhadap konten yang merangsang,
  • Meluangkan waktu untuk bersosialisasi dan melakukan kegiatan positif dalam komunitas,
  • Mengisi waktu luang dengan kegiatan produktif dan mendekatkan diri kepada orang tua, teman yang berperilaku membangun, dan mendekatkan diri kepada Tuhan,
  • Berolah raga secara teratur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.